Akhirnya setelah tiga hari donlot kubuntu 5.04 aku sukses install kubuntu di PCku. Seperti pengalaman yang sudah-sudah, dengan KDE (apalagi 3.4), seakan-akan pekerjaan mudah diseleasikan. Misalnya dari koding dengan quanta atau kate, terus kirim email, tulis dokumen, chatting, browsing, dll., semua dari KDE sudah tersedia.
Hanya saja, kelengkapan itu harus diimbangi dengan space yang besar. Kubuntu di sistemku lebih besar dibanding ubuntu. Soal kecepatan agaknya sama saja sih, entah kalau pakai komputer lawas yang kurang gegas. Dari pengalaman juga, antara KDE 3.2 dengan KDE 3.3 terasa ringan 3.3 (distro Blankon), biasanya tambah versi tambah berat dan boros resource, namun ternyata ini lain.
Enaknya pakai KDE, ya seperti pakai M$ (!). Semua terintegrasi dan rapi. Enaknya pakai Gnome, sederhana dan nggak neko-neko.
Nikmat Mengajar
-
Sore setelah asharan saya bergegas menstater mocin HD ku. Jam sudah
menunjukkan hampir pukul 16.00. "waah telat maneh ki.." gumanku lirih.
Memang sore ini...
5 days ago


0 tanggapan:
Post a Comment